Home - Blog - Rapat Rutin dengan Para Koordinator Wilayah
Rapat Rutin dengan Para Koordinator Wilayah
Yayasan almuzakki Jepara - Juni 14, 2019
Anak Yatim
yayasan almuzakki

historis telah banyak membuktikan bahwa dari pertemuan informal –bahkan forum-forum kecil—jika dilakukan dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih terbukti melahirkan banyak lompatan pemikiran yang strategis dan spektakuler. Sementara sering pertemuan-pertemuan dengan motiv yang kurang tulus dan tidak karena Allah Subhanahu Wata’ala tidak menghasilkan apa-apa. Sehingga, tatap muka, kedekatan fisik hanya sekedar formalitas dan kering dari makna.Tidak menjawab masalah yang sedang dan akan kita hadapi.

Membangun komitmen berjamaah/kebersamaan seseungguhnya refleksi dari keimanan. Dalam al-Quran tidak ada satu pun ayat yang diserukan kepada orang beriman secara individu (infiradi), tetapi secara sosial (jama’i). “Ya ayyuhalladzina amanu”, tidak “ya ayyuhal mukmin”. Manusia pada dasarnya adalah makhluk social (makhluk madani). Bahkan sesungguhnya inti keislaman kita di antaranya diukur dari ketrampilan dalam menjalin komunikasi (ad Din huwal mu’amalah).

Ketika pergaulan yang kita bangun selama ini (bermu’amalah dan bermua’asyarah), tidak melahirkan kultur ta’aruf (saling kenal-mengenal), tafahum (saling memahami), ta’awun (saling bersinergi), tarahum (saling menyayangi), takaful (saling menanggung), ta-akhi (saling bersaudara), al Mawaddah fil Qurba (kecintaan kekerabatan), sesungguhnya kita membangun ikatan yang paling lemah dan sangat rapuh.

لْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az Zuhruf (43) : 67).

Sebaliknya, jika ikatan kita dibangun dengan dasar aqidah/mabda’ (prinsip), maka kita akan mengadakan reuni di surga kelak. Sebuah ikatan mulia di dunia ini, yang akan berlanjut hingga pada kehidupan akhirat.

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath Thur (52) : 21).

Maksudnya, anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak- bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka dalam surga.

Kita berkumpul karena ikatan prinsip (ijtama’ana ‘alal mabadi). Kita bergabung karena ikatan tauhid Laa Ilaaha Illallah Muhammadurrasulullah. Inilah yang disebut kalimat tsabitah. Kalimat yang meneguhkan. Jika dihayati kandungannya dan diamalkan akan menjadikan pelakunya memiliki keimanan yang teguh, kuat. Bagaikan batu karang di tengah samudra. Tahan uji terhadap hempasan gelombang yang menghantamnya. Bukan sekedar ikatan geografis (territorial).

Menurut Syaikh Sayid Sabiq dalam karya tulisnya “ ‘Anashirul Quwwah Fil Islam “ bahwa di antara unsur kekuatan dalam Islam disamping kesatuan aqidah, ibadah, akhlak, tujuan, adalah kekuatan berjamaah.

Artikel Lain
yayasan al Muzakki
Jl. Raya Benteng Portugis RT 08 RW 05 Desa Banyumanis, Donorojo,Jepara, Jawa Tengah 59454
Lihat Peta yayasan al Muzakki
Tentang Kami
Laporan Donasi
Daftar Anak Asuh