Home - Blog - Peringatan Maulid Nabi Muhammad
Peringatan Maulid Nabi Muhammad
Yayasan almuzakki Jepara - September 27, 2023
Info & Berita
yayasan almuzakki

 “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. (Q.S. At-Taubah;128)

Hari Kamis 28 September 2023 bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1445 Hijriyah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hampir  semua umat Muslim di seluruh dunia turut berpartisipasi dalam memperingati hari yang bersejarah ini. Bahkan di negara Indonesia sendiri, peringatan Maulid Nabi sudah ditetapkan menjadi Hari Libur Nasional. Peringatan Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal menjadi momen untuk membangkitkan dan menjaga semangat Nabi dalam diri umat.

Meskipun telah menjadi semacam tradisi, memang masih terjadi silang pendapat tentang kapan sebenarnya Maulid Nabi mulai diperingati umat Islam. Jika ditelusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi tidak ditemukan pada masa sahabat, tabiin, hingga tabiit tabiin, dan empat imam mazhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad).

Mereka adalah orang-orang yang sangat mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Mereka pula kalangan yang paling bersemangat dan menghayati setiap ajaran-ajaran yang diwariskan olehnya.

Beberapa kalangan berpendapat bahwa Maulid Nabi pertama kali muncul pada zaman Shalahuddin al-Ayyubi (1193 M). Shalahuddin disebut menganjurkan umatnya untuk melaksanaan perayaan Maulid Nabi guna membangkitkan semangat jihad kaum Muslim. Kala itu, Shalahuddin dan umat Islam memang berada dalam fase berperang melawan pasukan atau tentara Salib.

Kendati demikian, pendapat tersebut juga masih diperdebatkan. Mereka yang menolak bahwa Shalahuddin sebagai pelopor maulid beralasan, tidak ditemukan catatan sejarah yang menerangkan perihal Shalahuddin menjadikan Maulid Nabi sebagai bagian dari perjuangannya dalam Perang Salib.

Sementara itu, di Indonesia sendiri sejarah Maulid Nabi Muhammad berkembang di tangan Wali Songo atau sekitar tahun 1404 masehi. Perayaan tersebut dilakukan demi menarik hati masyarakat memeluk agama Islam.

Maka dari itu, Maulid Nabi juga dikenal dengan nama perayaan Syahadatin. Selain itu, perayaan ini juga dikenal dengan Gerebeg Mulud karena cara masyarakat merayakan Maulid Nabi dengan menggelar upacara nasi gunungan.

Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten. Dan tradisi endhog-endhogan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa.

Engkaulah pelita hidup, engkaulah sang pembawa kebenaran, Ya Rasulullah..

Karenamu, kami semua beriman. Nantikan kami yaa Rasull di taman surga Allah..

Alhamdulillah Pada Hari Rabu malam Kamis tanggal 27 September tepatnya 12 Rabiul Awal 1445 H. Yayasan Yatim Piatu Al Muzakki Banyumanis melaksanakan Khataman Maulid Nabi Muhammad SAW, selama 12 hari berturut turut dilaksanakan setiap habis jama’ah sholat Maghrib bertempat di musholla Al Muzakki, anak-anak begitu antusias dengan dijadwal giliran yang membaca Al Barzanji. Dan acarapun berjalan dengan lancar penuh hikmat,

Semoga di bulan Rabiul Awal ini kita sebagai umat Rasulullah bisa mencontoh akhlak dan juga menjalankan perintahnya agar mendapat syafaat dan juga rida Allah SWT di dunia dan juga di akhirat, Aamiin.

Artikel Lain
yayasan al Muzakki
Jl. Raya Benteng Portugis RT 08 RW 05 Desa Banyumanis, Donorojo,Jepara, Jawa Tengah 59454
Lihat Peta yayasan al Muzakki
https://bozkiemz.or.id/ https://ilham.wtr.co.id/
https://permatajingga.com/ Slot Thailand Situs Slot