Home - Blog - MAKNA PERAYAAN TAHUN BARU MASEHI
MAKNA PERAYAAN TAHUN BARU MASEHI
Yayasan almuzakki Jepara - Desember 28, 2019
Pendidikan
yayasan almuzakki

 

Tahun baru masehi, yang biasanya dijadikan rujukan hampir seluruh masyarakat dunia, kecuali beberapa negara tertentu yang tetap memakai penanggalan menurut mereka masing-masing. Di Indonesia ini, khususnya kota-kota besar, malam tahun baru banyak dirayakan dengan pesta kembang api dan juga atraksi yang meriah selama semalam suntuk. Hampir seluruh mal dan pusat perbelanjaan mengartikan malam tahun baru sebagai malam gila-gilaan untuk meraup omzet. Yakni dengan menggelar diskon besar-besaran hingga 70%, dari sore hari hingga pukul 00:00 wib. Tidak ketinggalan beberapa tempat rekreasi, hotel maupun restoran pun berlomba-lomba menyemarakkan malam tahun baru dengan membuat acara yang dapat menghipnotis pengunjung agar mendatangi tempat mereka.

Lalu, sebenarnya apa makna dari malam tahun baru itu? Menurut apa yang saya baca dari Wikipedia, mengenai malam tahun baru adalah, kebiasaan dalam kebudayaan barat untuk merayakannya dengan pesta-pesta atau acara berkumpul bersama kerabat, teman, atau keluarga menanti saat pergantian tahun. Kemudian menurut masyarakat kita sendiri, bagaimana mereka menyikapi suasana malam tahun baru?

Perayaan tahun baru awalnya muncul di Timur Tengah, 2000 SM. Penduduk Mesopotamia merayakan pergantian tahun saat matahari tepat berada di atas katulistiwa, atau tepatnya 20 Maret. Hingga kini, Iran masih merayakan tahun baru pada tanggal 20, 21, atau 22 Maret, yang disebut Nowruz.

Untuk penanggalan Masehi, Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoretis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh pada tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Agustus, menjadi bulan Agustus.

meski malam tahun baru sama seperti malam biasanya, namun setidaknya ada sedikit perbedaan, yakni suasana dan keinginan agar hari esok lebih baik dari hari sebelumnya. Tapi itu semua, tergantung dari persepsi di masyarakat luas, ada yang setuju maupun tidak dengan makna malam tahun baru tersebut. Sisi positif dari perayaan malam tahun baru yaitu:

1. Mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah diberikan penghidupan pada tahun sebelumnya.

2. Merenungi pencapaian yang didapat selama setahun terakhir, agar tahun berikutnya dapat lebih baik lagi.

3. Menjalin hubungan kebersamaan, sebab selain Idul Fitri, Natal atau hari besar lainnya. Biasanya malam tahun baru adalah waktu yang pas untuk berkumpul bersama dengan keluarga.

4. Efek untuk masyarakat minor, yakni bertambahnya penghasilan mereka di malam tahun baru. Seperti penjual terompet, penjual minuman di jalan, anak-anak panti asuhan (biasanya ada perusahaan yang merayakannya di Panti Asuahan).

5. Bertambahnya pemasukan untuk kalangan pengusaha, yaitu tempat rekreasi, hotel, pusat perbelanjaan, juga untuk karyawan itu sendiri, yang biasanya mendapatkan bonus akhir tahun di malam tahun baru.

Sedangkan sisi negatif dari perayaan malam tahun baru yaitu:

1. Sering terjadinya penyimpangan di kalangan remaja.

2. Menghambur-hamburkan biaya, atas terselenggaranya pesta.

3. Uang dibakar percuma, yakni dibelikan petasan

4. Kemacetan dimana-mana, mulai dari pusat kota hingga kawasan terpencil di pegunungan, misalnya Puncak.

5. Dinas Kebersihan dan petugasnya kewalahan akibat banyak sampah disetiap sudut kota.

6. Rawan terjadi kecelakaan.

Itulah beberapa gambar mengenai perayaan malam tahun baru.

 

 

yayasan al Muzakki
Jl. Raya Benteng Portugis RT 08 RW 05 Desa Banyumanis, Donorojo,Jepara, Jawa Tengah 59454
Lihat Peta yayasan al Muzakki
Tentang Kami
Laporan Donasi
Daftar Anak Asuh