Home - Blog - Arti, Makna, dan Filosofi Hari Santri
Arti, Makna, dan Filosofi Hari Santri
Yayasan almuzakki Jepara - Oktober 22, 2019
Pendidikan
yayasan almuzakki

Selamat Hari santri Nasional yang kesekian kalinya.

Tiba hari ini adalah hari Santri Nasional, dibuktikan dengan kirab yang dilaksanakan dilapangan setiap daerah. Para warga dan pengawai sangat antusias sekali menggelar upacara hari Santri Nasional. Peringatan Hari Santri Nasional dimanfaatkan oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat secara umum guna mengenang serta meneladani para ulama dan santri tedahulu. Kenapa Hari Santri Nasional harus dikenang dan diperigatin?

Hari santri adalah hari dimana untuk memperingati peran besar para Kaum Kiyai dan Santri dalam memperjuangkan kemaslahan bangsa indonesia, melawan para kolonial dan para bangsa asing bertepatan dengan Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy'ari tepat pada tanggal 22 Oktober.

Ketika bicara santri maka tidak terlepas dari yang namanya pondok pesantren dan kiyai. Dalam sejarahpun tidak terlepas dari berbegai perjuang para santri dan pesantren bagaimana dulunya mempertahankan NKRI serta kemakmuran bangsa Indonesia. "Bersama santri damailah Negeri" kalimat yang sesekali sering melintas dalam benak kita merupakan bentuk kedaulatan dan perjuangan para santri bagaimana mempertahakan kemaslahan bersama.

Hari santri Nasional selalu diperingati agar supaya menjadi bahan Refleksi bagi pemuda untuk selalu meningkatkan kualitas dan kuantitas diri para santri guna tetap memperjuangkan intelektualitas kemajuan bangsa indonesia. Dengan digelarnya hari santri nasional para pemuda dapat membaca dan merefleksikan secara seksama tentang sejarah para santri dan Kiyai memperjuangkan Bangsa ini. Tentunya harus siap pula menghadapi zaman yang akan datang. Yang sudah penuh dengan Era Digital dan Milenial, maka jika tidak tentang dengan keagamaan dan kepesantrenan yang disiapkan tentunya akan tersorot oleh zaman itu sendiri. Sebab santri selalu ikut andil dalam mengelaborasi tentang mempertemukan ilmu islam murni dan ilmu pengetahuan/sains. Mereka juga siap dalam posisi membantu TNI dalam mempertahankan NKRI.

Perayan Hari Santi Nasional biasanya digelar sesuai adat dan kultur masing-masing, yang intinya tetap tidak menghilangkan eksistensi dari Hari Santri Nasional itu sendiri.

Hari Santri Nasional memiliki arti, makna, dan filosofi yang besar bagi bangsa Indonesia, sehingga perlu diketahui sejarah dan latar belakang ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional;

Hari Santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim pada tanggal 22 Oktober. Itu yang menjadi alasan kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, setelah sebelumnya Presiden Jokowi berpendapat pada tanggal 1 Muharram. Sejarah mencatat, para santri bersama dengan pejuang bangsa lainnya memiliki peran besar dalam merebut kembali kedaulatan negara dari kolonialisme bangsa asing.

Presiden Joko Widodo juga mengamini peran historis kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan memiliki peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), antara lain KH Hasyim Asy'ari pendiri ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A Hassan dari Persis, Abdul Rahman dari Matlaul Anwar, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad. Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air (Peta) yang banyak juga dari kalangan santri.

Arti dan makna Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober memiliki arti dan makna yang penting bagi kalangan santri sendiri dan segenap elemen bangsa. Dalam sejarah, peran mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Mereka ikut merebut Indonesia, membangun Indonesia dan mempertahankan NKRI.

Sekarang ini, sejak 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu, hari itu menjadi refleksi bagi golongan santri dan bangsa untuk mengingat kembali sejarah perjuangan kaum pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah. Refleksi dan ingat kembali pada sejarah adalah sesuatu yang penting. Ingatan sejarah akan memberikan bekal bagi para santri pada zaman modern sekarang ini untuk selalu berbenah, memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Hari santri mengingatkan kita kembali akan pentingnya peran santri dari zaman ke zaman, sejak zaman penjajahan hingga sekarang. Pada era modern-kontemporer sekarang ini, santri ikut andil dalam mengelaborasi, mempertemukan antara ilmu Islam murni dan ilmu pengetahuan atau sains. Mereka dalam posisi membantu TNI juga siap mempertahankan NKRI.

Artikel Lain
yayasan al Muzakki
Jl. Raya Benteng Portugis RT 08 RW 05 Desa Banyumanis, Donorojo,Jepara, Jawa Tengah 59454
Lihat Peta yayasan al Muzakki
Tentang Kami
Laporan Donasi
Daftar Anak Asuh